Co-broke properti: pengertian, cara kerja, dan tips untuk agen

Panduan singkat untuk agen properti yang ingin bekerja sama dengan agen lain: dari mencari listing, menyepakati pembagian komisi, sampai menjaga hubungan baik dengan partner.

Diterbitkan oleh tim BrokerID,

Apa itu co-broke properti?

Co-broke (dari co-brokerage) adalah kerja sama dua agen properti dalam satu transaksi. Satu agen memegang listing dari pemilik, agen lain membawa pembeli atau penyewa. Kedua agen bisa berasal dari kantor yang sama maupun berbeda.

Dalam co-broke, agen yang memegang listing biasa disebut agen listing, sedangkan agen yang membawa klien disebut agen pembeli atau agen penjual. Komisi dari pemilik properti dibagi di antara keduanya sesuai kesepakatan.

Kenapa agen melakukan co-broke

  • Stok tidak pernah cukup. Klien sering mencari properti di area atau harga yang tidak ada di listing Anda.
  • Listing lebih cepat laku. Properti yang ditawarkan banyak agen bertemu lebih banyak calon pembeli.
  • Klien tetap terlayani. Daripada kehilangan klien karena tidak punya stoknya, Anda tetap bisa menutup transaksi bersama partner.

Alur co-broke, langkah demi langkah

Detailnya berbeda di tiap kantor, tetapi alur co-broke untuk properti secondary umumnya seperti ini:

  1. Catat kebutuhan klien

    Lokasi, tipe properti, budget, luas, dan jumlah kamar. Semakin jelas kebutuhannya, semakin cepat listing yang cocok ditemukan.

  2. Cari listing yang cocok

    Kalau stok sendiri tidak ada yang pas, cari listing agen lain. Di sinilah co-broke dimulai.

  3. Hubungi agen pemegang listing

    Pastikan listing masih tersedia, harganya masih berlaku, dan pemiliknya bersedia properti ditawarkan lewat co-broke.

  4. Sepakati pembagian dan peran

    Bagi komisi, siapa yang mendampingi survei, dan siapa yang berkomunikasi dengan pemilik. Tulis kesepakatannya, minimal lewat chat.

  5. Survei dan negosiasi

    Agen pembawa klien mendampingi pembeli, agen listing menjembatani pemilik. Keduanya saling mengabari hasil tiap tahap.

  6. Transaksi dan pembagian komisi

    Setelah transaksi selesai di notaris, komisi dari pemilik dibagi sesuai kesepakatan di awal.

Yang perlu disepakati di awal

Sebagian besar masalah co-broke muncul karena hal yang tidak dibicarakan sejak awal. Sebelum membawa klien survei, pastikan kedua agen sepakat soal:

  • Pembagian komisi. Pembagian 50:50 sering dipakai, tetapi angkanya tetap hasil kesepakatan kedua agen dan aturan kantor masing-masing.
  • Jalur komunikasi. Siapa yang berbicara dengan pemilik dan siapa yang berbicara dengan klien.
  • Data listing terbaru. Harga, status sertifikat, dan apakah properti masih tersedia.
  • Bukti tertulis. Kesepakatan di chat atau surat sederhana jauh lebih aman daripada janji lisan.

Etika co-broke

Co-broke berjalan karena kepercayaan. Agen yang dikenal menjaga etika akan lebih sering diajak bekerja sama.

  • Jangan menghubungi pemilik atau klien partner secara langsung tanpa sepengetahuannya.
  • Pasang listing dengan data yang jujur dan foto yang sesuai.
  • Kabari partner kalau properti sudah laku atau harganya berubah.
  • Balas pesan partner secepat Anda membalas klien.

Istilah WTS, WTL, WTB, dan WTR

Di grup agen dan di aplikasi properti, jenis postingan sering ditandai dengan singkatan berikut.

WTS (want to sell)
Properti yang dijual. Di BrokerID tampil sebagai WTS / Dijual.
WTL (want to lease)
Properti yang disewakan. Tampil sebagai WTL / Disewa.
WTB (want to buy)
Kebutuhan pembeli yang sedang dicarikan properti. Tampil sebagai WTB / Mau Beli.
WTR (want to rent)
Kebutuhan penyewa yang sedang dicarikan properti. Tampil sebagai WTR / Mau Sewa.

Cara menemukan partner co-broke

  • Cari di tempat agen dari berbagai kantor memasang listing, bukan hanya di grup internal kantor Anda.
  • Umumkan kebutuhan klien sebagai WTB atau WTR supaya agen yang punya stoknya datang ke Anda.
  • Pastikan agen yang Anda ajak bekerja sama terdaftar. Anda bisa mengeceknya di direktori agen properti BrokerID.
  • Simpan kontak partner yang responsif dan jujur. Mereka akan jadi aset Anda di transaksi berikutnya.

Co-broke di BrokerID

BrokerID adalah aplikasi untuk agen properti yang mempertemukan agen dari berbagai kantor di satu tempat. Listing mereka tampil di satu feed yang bisa difilter, Anda bisa memposting kebutuhan klien sebagai Mau Beli atau Mau Sewa, lalu menghubungi agen pemilik listing lewat WhatsApp atau kolom komentar. Data klien dan pengingat follow up juga tersimpan di aplikasi yang sama.

Lihat fitur BrokerID selengkapnya, atau langsung unduh aplikasinya.

Mulai co-broke dengan BrokerID

Gratis diunduh di iOS dan Android.